Siklus Hidrologi


Berbicara tentang siklus, telah lalu dikemukakan tentang suatu proses untuk menyusun informasi keuangan perusahaan dagang dan jasa yakni Siklus Akuntansi, terlepas dari laporan keuangan kini pembahan siklus berlanjut ke sebuah siklus yang wajib diketahui oleh kita khususnya para pelajar yaitu Siklus Hidrologi. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan siklus hidrologi? Untuk menjawab pertanyaan itu simak penjelasan tentang siklus air atau siklus hidrologi berikut.

Siklus Hidrologi atau yang disebut juga dengan siklus air adalah suatu proses perputaran air yang terjadi dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi. Perjalanan air atau siklus hidrologi ini memberikan efek hujan, salju, kabut, dan segala macam gejala alam yang terjadi di atmosfer bumi.

Matahari sebagai sumber energi terbesar di alam semesta memberikan pengaruh paling besar dalam proses siklus hidrologi. Siklus hidrologi berawal dari penguapan air laut, sungai, danau dan sebagainya, namun yang terbesar adalah air laut. Penguapan air laut memungkinkan terjadinya siklus hidrologi yang berlangsung terus menerus. Air berevaporasi, selanjutnya jatuh ke bumi sebagai presipitasi dalam berbagai bentuk seperti hujan, hujan es, hujan batu, salju, gerimis, bahkan kabut sekalipun.

Pada perjalanan menuju ke bumi, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Stelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara berkelanjutan dalam 3 cara yang berbeda, yaitu:
  • Evaporasi atau transpirasi, adalah suatu keadaan dimana terjadi penguapan oleh air yang terdapat di laut, sungai, danau, tanamanan, dan di darat menuju ke atmosfer bumi. Partikel-partikel uap air hasil dari penguapan tadi akan membentuk awan. Pada keadaan tertentu, dimana terjadi peningkatan massa jenis pada kumpulan partikel uap air tersebut, maka uap air akan turun ke bumi (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, mapun es.
  • Infiltrasi atau Perkolasi, adalah suatu keadaan dimana teradi pergerakan air didalam tanah lewat saluran-salurah yang ada pada celah dan pori-pori tanah serta batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  • Air Permukaan, yaitu suatu keadaan dimana air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. Pergerakan air ini dipengaruhi oleh landai atau tidaknya bentuk permukaan tanah dan saluran celah dan pori-pori pada tanah. Semakin landai bentuk tanah dan semakin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.Tempat terbesar tejadi di laut.

Untuk memahami proses terjadinya siklus hidrologi, perhatikan gambar berikut:

gambar siklus hidrologi

Gambar diatas menunjukkan proses siklus hidrologi atau siklus perjalan air dari bumi ke atmosfer lalu kembali lagi ke bumi dengan bantuan sinar matahari. Siklus hidrologi pada gambar diatas terjadi secara evaporasi, infiltrasi, dan pergerakan air yang terjadi dibawah tanah.